Komunikasi yang baik antara guru dan murid bukan hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga membangun hubungan yang sehat, saling menghargai, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif. Berikut adalah beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan
1. Membangun
Hubungan yang Sehat
Keterbukaan dan kepercayaan, Guru perlu menunjukkan sikap terbuka, sehingga
murid merasa aman untuk bertanya atau menyampaikan pendapat. Empati, Guru memahami
kondisi murid, baik akademis maupun emosional, membantu guru menyesuaikan
pendekatan komunikasi. Konsistensi, Sikap guru yang konsisten dalam aturan dan
perlakuan akan menumbuhkan rasa hormat dan kepercayaan.
2. Teknik
Komunikasi Asertif
Menggunakan bahasa yang jelas dan positif, dengan menghindari kalimat yang
ambigu atau bernada menghakimi. Menyampaikan kebutuhan tanpa menyakiti, guru
bisa menegaskan aturan atau harapan dengan cara yang tegas namun tetap
menghargai murid. Mendengarkan aktif, gueu memberikan ruang bagi murid untuk
berbicara, lalu merespons dengan menunjukkan bahwa pendapat mereka dihargai. Menghindari
asumsi, Sebelum menilai perilaku murid, guru sebaiknya memastikan informasi
yang benar agar tidak terjadi kesalahpahaman.
3. Peran Murid
dalam Komunikasi
Belajar mendengarkan, murid perlu melatih kemampuan mendengar secara aktif,
bukan sekadar diam, tetapi benar-benar memahami maksud guru, menghargai
pendapat guru, dengan sikap hormat, murid akan lebih mudah menerima arahan dan
masukan. Berani bertanya dan memberi masukan, komunikasi dua arah akan membuat
proses belajar lebih hidup dan bermakna.
Dari ketiga hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa komunikasi efektif
antara guru dan murid adalah fondasi penting dalam pendidikan. Guru berperan
sebagai fasilitator yang membangun hubungan sehat dan menggunakan komunikasi
asertif, sementara murid belajar mendengarkan serta menghargai pendapat guru.
Jika kedua pihak saling berkomitmen, suasana belajar akan menjadi lebih
produktif, menyenangkan, dan penuh makna.
