Pusat Informasi dan Publikasi Mata Pelajaran Informatika MAN 3 Majalengka - Lilis Juwita, S.Kom

Tuesday, February 3, 2026

Membangun Budaya Hormat di Sekolah

          

Budaya hormat di sekolah merupakan salah satu fondasi utama dalam membentuk karakter siswa. Sejak dini, anak perlu diajarkan untuk menghormati guru sebagai sosok yang berperan besar dalam proses pendidikan. Guru bukan hanya penyampai ilmu, tetapi juga pembimbing moral dan teladan sikap. Dengan menanamkan nilai hormat kepada guru, siswa belajar menghargai usaha orang lain, menumbuhkan rasa disiplin, serta membangun hubungan yang sehat dalam lingkungan belajar. Sikap hormat ini akan menjadi bekal penting bagi siswa dalam kehidupan sosialnya di masa depan.

Sekolah memiliki peran strategis dalam menciptakan aturan dan budaya positif yang mendukung nilai hormat. Tata tertib yang jelas, etika berkomunikasi, serta kebiasaan saling menghargai perlu diterapkan secara konsisten. Budaya positif ini tidak hanya tercermin dalam aturan tertulis, tetapi juga dalam praktik sehari-hari, seperti cara siswa menyapa guru, menjaga kebersihan kelas, dan menghormati pendapat orang lain. Dengan dukungan seluruh warga sekolah, nilai hormat dapat menjadi bagian dari identitas sekolah yang berkelanjutan.

Sebagai contoh praktik baik, sekolah dapat mengadakan program “Apresiasi Guru”. Program ini bisa berupa kegiatan rutin di mana siswa menyampaikan ucapan terima kasih, memberikan karya sederhana, atau menuliskan refleksi tentang peran guru dalam hidup mereka. Hal ini memperkuat ikatan emosional antara guru dan siswa serta menumbuhkan rasa bangga terhadap profesi guru. Selain itu, sekolah dapat menyelenggarakan kelas etika, di mana siswa diajak berdiskusi tentang sopan santun, nilai moral, dan cara berinteraksi yang baik. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya memahami konsep hormat secara teoritis, tetapi juga mempraktikkannya dalam kehidupan nyata. Bukan mengajarkan murid menghakimi guru alih-alih kebebasan berpendapat.

Dengan menanamkan nilai menghormati guru sejak dini, memperkuat aturan sekolah, dan melaksanakan program apresiasi serta kelas etika, sekolah dapat membangun budaya hormat yang kokoh. Budaya ini akan menjadi bekal berharga bagi siswa dalam menghadapi kehidupan, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat pembentukan karakter.